Searching

17 Juni 2009

Bayangkan jika Rasulullah ke rumah mu


Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita...
Apa yang akan kita lakukan?
Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau dan mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.
Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.
Tapi barangkali kita meminta Rasulllah SAW menunggu sebentar di depan pintukarena kita teringat video CD rated R+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW menginap di rumah kita?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW.
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW.
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan shahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Ranger.
Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar menjadi ruang Shalat.Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW.
Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita.
Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita.
Kemana kita harus meyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid.
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita sibuk di depan TV.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca AlQuran.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan pintu rumah kita...Apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan beliau masuk dan menginap di rumah kita?
Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Maafkan kami ya Rasulullah .........
Karena kami tahu engkau seorang pemaaf dan murah hati .........
Cintanya kami terhadapmu melebihi cinta kami terhadap dunia .........
Hanya Allah yang tahu bahwa kami tetap cinta kepadamu sampai dengan hembusan nafas terakhir ya Rasulullah ..........
Aku hambamu yang rendah ini apakah pantas bila berada disisimu ya Rasulullah....
Dengan segala kemurahan hati yang engkau miliki aku hambamu yang rendah ini ingin tetap di sisimu ya Rasulullah .........
[ Dikutip dari renungan seorang Hamba Allah, Iziddin Almusawa ]Azhari

1 komentar:

AGUS SUTEJA mengatakan...

haiii,,,,,,

bukti kebenaran Al-Qur'an sebagai lapisan bumi

keajaiban Allah

sering-sering berkunjung ke soeteja blog & salam persahabatan

AYAT AL-QUR'AN.:.SEARCH AJA DISINI

Pencarian Ayat Al Quran
sholat,zakat,puasa :
 

convert to PDF