Searching

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

20 April 2010

.:: Note Dari Sahabat dan Cinta ::.

SEBAIK - BAIKNYA SAHABAT
--------------------------------------------
Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata2nya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..

“Sebaik baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.

Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya.”

Dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.Dalam Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang
====================================================================

Perhatian & Cinta dibutuhkan setiap orang
-----------------------------------------------------------------

Perhatian & Cinta dibutuhkan setiap orang
Tiada orang yang dapat hidup sendiri
Tiada orang yang tidak senang tidak diperhatikan.
Tiada orang yang dapat berjalan sendiri
Tiada orang yang dapat mengatasi masalahnya sendiri.

Sejak dilahirkan seorang bayi selalu meminta untuk diperhatikan orang tuanya…
Sejak kecil kita selalu membutuhkan perasaan aman dan nyaman untuk selalu disayangi…
beranjak remaja mulai mencari perhatian dari lawan jenisnya…
ketika dewasa pun membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari pasangan hidupnya..

Sampai menjadi Orang tuapun masih membutuhkan timbal balik kasih sayang dari anak-anaknya…

Sudah jadi kakek Nenekpun membutuhkan perhatian dari anak dan cucunya…

Walau hanya terbaring di ranjang, seorang manula membutuhkan kasih sayang anaknya untuk melayaninya dan menemaninya sampai akhir hayatnya.

Setiap orang butuh canda tawa,
butuh dihargai perasaannya ,
butuh tangan-tangan yang menyentuh dan mengandengnya…
setiap orang membutuhkan teman bicara dalam hidupnya,
setiap orang butuh mengungkapkan perasaannya…

Baik anak kecil, remaja, dewasa, sampai manula… semua butuh perhatian.
Sekecil apapun perhatianmu, hal itu sudah begitu sangat berarti baginya.
Tetapi setiap orang juga butuh privasi,
Setiap orang butuh masa tenang,
setiap orang butuh masa untuk introspeksi ke dalam dirinya sendiri,
setiap orang juga butuh rahasianya tetap terjaga…
setiap orang butuh sahabat yang mengerti dirinya…

Dengan mengerti saat kapan kita menjadi teman bagi seseorang,
saat kapan kita tidak mengganggu privasinya..
saat kapan seseorang membutuhkan dirinya….
saling mengisi.. saling memberi.. saling memahami dan saling mengerti
antara sesama……


salam cinta.........

26 Agustus 2009

perjalanan



perjalanan dengan sebuah kata
terkadang menyesalkan

perjalanan dengan sebuah mimpi
terkadang menghancurkan

perjalanan dengan sebuah tujuan
terkadang tidak menentukan

perjalanan tanpa arah
terkadang menyesatkan

berbagai perjalanan oleh waktu
semua telah berjalan

terbawa perjalanan yang manakah
sebuah renungan dalam jiwa

walau kaki melangkah
hati dan jiwa mengarahkan

tertipu dalam perjalanan
sungguh membuat kelam

wahai sebuah perjalanan
hanya bagian dari waktu

terlalui oleh setiap detik
setiap menit dan setiap jam

walau kalah dalam perjalanan
jangan engkau mudah menyerah

yang berlalu hanya bagian waktu
yang akan datang belum jua datang

hanya hari ini dan hari ini
itulah perjalanan yang sesungguh nya

lewati sang waktu
hadapi sang waktu

tinggalkan masa lalu
jangan hiraukan masa depan

terlena masa lalu akan menghancurkan
menunggu masa depan akan melenakan

wahai sang penempuh perjalanan
belajarlah dari sang matahari

suatu ciptaan yang selalu ada ketika
semua manusia membuka mata

suatu ciptaan yang selalu hilang
ketika manusia hampir menutup mata

tapi apakah kita tau
hikmah di balik semua nya itu

tapi yang kutahu hanya satu
hadapilah hidup hari ini dengan baik

masa depan belum tentu datang
masa lalu telah terlewat kan

jadikan perjalanan ini hanya hari ini
buat sang waktu dengan kebaikan

setiap pemilik perjalanan
akan berakhir dalam sutu waktu

sebelum waktu berakhir
isi lah dengan kebaikan

ingatlah kepada pemilik perjalanan
Allah telah ber sabda


. وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

. وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?". Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
(Q.S Al-Munaafiquun ayat 10-11)



milis: suteja

23 Agustus 2009

cerita hati


inilah hati yang kadang rapuh
inilah hati kadang gundah
inilah hati kadang resah
inilah hati kadang indah

mengarungi samudra hati
menyelami lautan hati
mempelajari semua tentang hati
apakah semua bisa di mengerti

kadang mulut tak bisa berkata
kadang telinga tak bisa mendengar
kadang mata tak bisa melihat
kadang kaki tak bisa berjalan

semua bagaikan hampa tanpa ada
seolah terbius rayuan sang hati
mengapa semua tak saling menyapa
seolah tiada sang penetap hati

terkadang sunyi dan sepi
terkadang hanya lamunan menemani
seolah mengisi dalam sendiri
cukup hanya saat ini

lihatlah wahai sang pemilik hati
kenapa engkau bergundah gulana
tataplah sekitar wahai pemilik hati
belajar lah dari semua yang ada

tersenyum lirih sang gadis belia
menghadapi hidup dalam sepi
dengan senyuman dia dendangkan sebuah nyanyian
apakah ada yang iba dan menyapa

seorang tua renta datang dengan lamunan
sebuah harapan ada dalam renungan
dengan gigih ia berjalan menatap hidup
berjuang hidup dengan sedikit senyuman

wahai sang pemilik hati
pantaskah kita merasa gundah
wahai sang pemilik hati
pantaskah kita resah

lihatlah kehidupan wahai sang pemilik hati
apakah risau mu lebih berarti dari mereka
sungguh luka mu hanya sedikit sekali
di bandingkan dari semua di sekeliling nya

jangan terlena dalam sedih
jangan terlena dalam resah
apakah tiada sadar wahai sang hati
semua keputusan Allah sang pemilik hati

milis: suteja

19 Agustus 2009

manusia

inilah aku manusia yang sombong
berharap mendapatkan semua nya dengan egois nya

inilah aku manusia yang buta
melihat namun tidak mengerti apa-apa

inilah aku manusia yang tuli
mendengar tetapi semua terabaikan

inilah aku manusia yang lumpuh
berjalan tetapi tanpa tujuan

inilah aku seorang yang hidup dalam gelap
tanpa sadar bahwa ada sang cahaya

berdiri bagaikan pohon yang kokoh dan merasa besar
sampai angin datang merubuhkan nya

kini kutahu siapa aku ini
tidak lebih hanya makhluk hina

kini kutahu siapa aku ini
hanya bagian kecil dari alam

kini kutahu siapa aku ini
hanya makhluk yang lemah

kini kutahu siapa aku ini
ternyata ciptaan dari Allah

kini kutahu tugas ku di dunia
hanya tuk tunduk pada Allah

kini kutahu tugas ku di dunia
hanya menunggu sang waktu

kini kutahu tugasku di dunia
menjalankan semua amanah yang ada

kini kutahu tugasku di dunia
hanya sementara hingga ajal tiba

kini kutahu tugasku di dunia
hanya beribadah kepada Allah

hanya ada satu kata tuk semua nya
yaitu bertaubatlah wahai yang di ciptakan

milis: soeteja

13 Agustus 2009

waktu



sedikit tentang waktu

merangkak sang mentari timbul tenggelam tiada henti
seolah menyapa di pagi hari
memberikan sebuah warna dan perjalanan baru
hingga datang sore hari seolah mengucapkan selamat tinggal

angin pun berderu menyapa tangkai muda
sang air pun dengan lembutnya memberikan sebuah senyuman
sang rembulan pun tiada henti menghias malam
terang berganti malam, seolah saling mengisi

belajar dari semua di alam dunia ini
itulah, sesungguh nya waktu yang di tentukan
lihatlah sang air yang tak pernah mengeluh
sang angin yang tiada henti memberikan kesejukan

sang mentari yang menghias pagi dengan indah nya
sang rembulan bagaikan hiasan malam
semua berpadu dan tercampur tapi terkadang kita lupa
atau bahkan terlena hingga tiada ingat dengan sang waktu

detik berganti menit berganti jam dan seterusnya
hingga nanti datang habis sang waktu
persiapkanlah waktu dengan baik dan isilah dia
karena semua kan kembali kepada sang pemilik waktu

yaitu Allah yang maha besar

milis: suteja
====================================================



Puisi Ulang Tahun


Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita semakin dewasa

Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa

Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa kita hanya manusia
yang tak punya apa-apa
selain jasad yang tak berguna

Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada
dan amal jasad yang lata

Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda
tergantung dalam keadaan apa kita berada
Namun Allah telah berkata,
“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.

Sekular barat berkata,
“Waktu adalah dollar di dalam kantung”

Namun Hasan Al-Bana berkata,
“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.

Waktu…..
Alam terus menari dalam simfoninya

Waktu…..
Umur manusia didikte olehnya

Waktu…..
setiap detaknya

memakukan kita di persimpangan jalan
jalan Tuhan atau jalan setan

Rentang waktu…..
semoga tak melalaikan kita
tuk terus berjalan di jalan-Nya

milis: www.geocities.com

12 Agustus 2009

mengingat kematian


Tebujur kaku di tengah hamparan tanah yang menyelimuti

Seolah sunyi dan sepi adalah teman sejati

Dingin nya udara tak terbenam karena sang kain putih menutupi

Air mata tak akan membuat semua nya kembali lagi

Sedetik,,sedetik,, berlalu derap langkah meninggalkan

Bayang apakah ini seraya bertanya kepada diri dalam kesendirian

Semua tiada,, sahabat, orang tua, anak, bahkan sang kekasih hati

Apakah yang terjadi dalam renungan ini terperosok bimbang

Gelap dan gelap hanya ada kegelapan sekitar yang ada

Ingin berteriak namum seolah telah habis kata-kata

Sekujur tubuh telah membeku dan terbungkus kain

Tiada lagi orang yang menjadi teman, bahkan semua hanya berlalu

Tubuh yang di banggakan telah tertutup tanah

Hanya di iringi dengan doa dan tangisan seolah tanda perpisahan

Bingung merundung apakah yang terjadi ini, begitu banyak tanya

Akhirnya semua ada jawab nya, Cuma satu yaitu kematian

Manusia kadang sombong atas tubuh yang di berikan

Manusia kadang enggan melakukan sesuatu yang baik semasa hidupnya

Seolah kesombongan bahwa manusia akan kekal dan tiada mati

Setelah datang kematian baru manusia teringat akan Allah sang maha pencipta

Mulailah dari diri dan tubuh ini kita mulai perbaharui dari segala dosa

Bawalah bagian tubuh ini ke jalan yang Allah sukai yaitu kebaikan

Karena semua akan kembali kepadanya dan berpulang kepada nya

Tidak lupa pula semua ada pertanggung jawabannya nanti di hadapan Allah

Berkacalah sejenak,,,, berkacalah sejenak,,, berkacalah sejenak,,,

Lihat tubuh itu dari atas hingga bawah yang telah Allah berikan kepada manusia

Sungguh manusia adalah sebaik-baiknya ciptaan Allah

Mari kita mulai bertanya dan berhitung apa yang telah kita perbuat

Mata kita, apakah yang telah kita lakukan dengan mata kita

Mulut kita, apakah yang telah kita lakukan dengan mulut kita

Telinga kita, apakah yang telah kita lakukan dengan telinga kita

Tangan kita, apakah yang telah kita lakukan dengan tangan kita

Kaki kita, apakah yang telah kita lakukan dengan kaki kita

Pikiran kta, apakah yang telah kita lakukan dengan pikiran kita

Hati kita, apakah yang telah kita lakukan dengan hati kita

Tubuh kita, apakah yang telah kita lakukan dengan tubuh ini

Dan masih banyak lagi pertanyaan dalam diri kita

Cobalah merenung wahai manusia yang telah di beri waktu

Adakah kita telah melakukan yang terbaik untuk waktu itu

Karena semua akan habis waktu bagi semua manusia

Allah berfirman:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

{Q.S Al-Hadiid Ayat 20-22}

22 Juli 2009

saudaraku

Saudaraku....
Dunia terus berputar, waktupun terus berlalu,
hari-hari yang kita lalui dari pagi hingga datang pagi lagi kadang begitu menyesakkan,
bahkan kadang kala ingin kita berhenti mengarunginya.
Atau sebaliknya, muncul keinginan yang dalam akan adanya suatu perubahan yang baru, yang dapat membawa sedikit pencerahan ke arah yang lebih baik, tidak membosankan, apalagi menjemukan.
Seperti seorang musafir di padang pasir, kita butuh seteguk air;
Seperti orang buta, kita butuh cahaya;
Seperti orang bisu, kita ingin bicara;
Seperti orang tuli, kita ingin mendengar nada....

Saudaraku....
Sadarkah kita betapa dosa-dosa telah berakar dalam lapisan kulit dan gundukan tulang-tulang kita?
Sadarkah kita betapa hati kita mati oleh kekejaman dan dominasi nafsu dunia?
Sering gelak tawa kita menutupinya.
Namun jika kesedihan menghujam,
kejenuhan menawan,
kemana kita mencari tabirnya, agar tersembunyi semua kekerdilan jiwa kita?

Saudaraku....
Jangan lagi berkaca di cermin agar hidup tak menjemukan.
Cermin tak pernah berdusta, tapi tak mampu memberi kita variasi analisa.
Hanya sikap egosentris yang digambarkannya,
hanya dari sudut pandang benda di depannya.

Saudaraku....
Minimalisir penyesalan, tataplah keluar barang sejenak,
bergurulah pada alam yang telah banyak ajari kita banyak hal.
Jendela luas bentangkan paparan kehidupan yang dapat kita petik buahnya dan kita rasa manis pahitnya,
yang tunjukkan kita sebuah perjalanan yang kan antar kita pada perjumpaan dengan Kekasih yang maha penyayang...

Saudaraku....
Berkacalah di jendela,
banyak kejadian di luar sana, bisa ratusan bahkan ribuan.
Kenapa kita masih sombong, tidak mengambil hikmahnya?
Apa yang bisa kita banggakan dari diri yang lemah ini???

Saudaraku....
Hanya kematian yang hentikan panggung sandiwara dunia kita.
Ia bisa hampiri kakek/nenek tua, gadis cantik/pemuda tampan, ayah/ibu,
bahkan tak segan disambarnya bayi tak berdosa.
Mungkin sedetik lagi kematian kan hampiri kita, siapkah kita?
Siapkah kita pertanggung jawabkan hari-hari penuh maksiat kita?
Sanggupkah kita jawab pertanyaan-pertanyaan Allah tentang kehidupan kita di dunia?
Saudaraku....
Setelah kita ambil hikmah di jendela, kembalilah berkaca pada cermin.
Tatap diri lekat-lekat,
lihat mata yang ada di cermin itu.
Tanyakan padanya,
"Wahai mata, apa saja yang kaulihat selama ini?
Halalkah yang kau pandang selama ini?
Siapkah kau tatap purnama Allah yang agung, wajah Rasul yang teduh, surga yang harum?".
Atau akan terburaikah, tertusuk, tersirami air panaskah mata ini karna tidak amanah,
karna banyak melihat yang tidak halal.
Mata yang bening dan indah itu kini bisu,
tapi nanti ia akan berbicara, membuka seluruh aib kita.
Maka sebelum mata itu bicara, katakan padanya,
"Wahai mata, tataplah saja yang dihalalkan Allah".

Saudaraku....
Kemudian perhatikan mulut kita...
Tanyakan padanya apa saja yang telah terucap.
Kenapa bergunjing, menyakiti, menebar fitnah, dan berdusta menjadi hobi?
Sanggupkah bila nanti kau terjulur dan berbusa karna makanan dan minuman haram pernah masuk di situ?
Sanggupkah wahai mulut???
Karenanya....
ucapkanlah yang baik atau diam,
sampaikanlah yang haq walau berat,
tersenyumlah pada saudaramu,
serulah manusia kepada Tuhanmu,
kelak engkau akan disapa oleh mulut yang tidak pernah berdusta,
yang karna mulut itu harga diri kita ada...
mulut sang pribadi mulia...Rasulullah SAW....

Saudaraku....
Rabalah dada kita, tempat bersemayamnya qalbu,
katakan bahwa walau ia tak tampak di cermin tapi sangat besar peranannya dalam kehidupanku, dalam menentukan baik buruknya aku.
Sadarkah kita akan debu yang menjadikan qolbu kita legam?
Akankah kita biarkan qolbu itu tetap kotor, kering, dan gersang?

Kemudian...
perhatikanlah wajah cantik/tampan yang terpantul di sana.
Akankah ia kekal abadi?
mampukah nanti ia terangkat, atau hanya akan tertunduk malu menyaksikan amalanmu di dunia....
atau....wajah itu akan bersinar, berseri-seri menatap wajah yang paling agung....

Saudaraku....
Setelah kita berkaca pada keduanya,
kenali kembali diri kita,
bersyukurlah pada Allah,
karna tlah dituntun-Nya kita ke dalam perjalanan yang dilalui oleh para kafilah dakwah.

Saudaraku....
Entah mengapa kita senantiasa lupa,
entah mengapa kesombongan dan keangkuhan senantiasa meraja,
padahal, kerja kita belum menghasilkan apa-apa,
bahkan kita senantiasa bercermin tanpa mau menengok ke jendela,
di mana alam terbentang luas, mengajarkan banyak cerita pada kita.

Saudaraku....
Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.
Yang terlambat adalah bila kita tidak memulainya sama sekali.
Kinilah saatnya kita kokohkan kembali langkah awal perjuangan kita.
Buanglah segala kelabu menderu.
Lepaskanlah segala yang menghempas,
berpalinglah dari semunya dunia,
mantapkan hati memulai langkah baru di dalam naungan Ilahi.

Saudaraku....
Tidak banyak waktu yang kita miliki,
jangan mengeluh dan termangu dungu.
Bangkit dan songsong dunia penuh ceria,
pintunya kini berhiaskan tantangan dan kerja keras, kesungguhan dan cita - cita.
Islam menunggu perubahan kita, agar dapat kita kembalikan kejayaannya.

Saudaraku....
Cukuplah Allah pelindung dan penolong kita,
kita mohonkan ampun pada-Nya atas khilaf dan alfa,
pintakan segala kebaikan dari-Nya,
mudah-mudahan digerakkan-Nya lisan kita tuk senantiasa menyebut asma-Nya.
Mudah-mudahan Ia bangkitkan kita di tengah malam,
agar ikhlas membentangkan sajadah,
dan kita tertunduk pasrah,
alirkan air mata membasahi bumi,
agar dekat hati kita pada-Nya,
agar kuat kita arungi hidup ini, betapapun godaan dan halangan yang harus kita lalui...

Saudaraku....
Tiada kata indah yang pantas kita ucap, kecuali syukur atas nikmat-Nya.
Tanpa itu kita tidak berarti apa-apa....
"Astagfirullah...."

Milis Eramuslim
Dikirim oleh: Haris Satriawan

bukti kebenaran Al-Qur'an sebagai lapisan bumi

keajaiban Allah

sering-sering berkunjung ke soeteja blog & salam persahabatan

Label

AYAT AL-QUR'AN.:.SEARCH AJA DISINI

Pencarian Ayat Al Quran
sholat,zakat,puasa :
 

convert to PDF